Senin, 05 Februari 2018

Efek Rumah Kaca Bagi Manusia

PENGERTIAN EFEK RUMAH KACA 

Efek rumah kaca, pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada 1824. Efek rumah kaca merupakan proses pemanasan dari permukaan suatu benda langit atau benda angkasa yang disebabkan oleh komposisi serta keadaan atmosfernya. Beda-benda langit yang dimaksudkan terutama adalah planet maupun satelit. Sebenarnya efek rumah kaca hampir ada di berbagai planet di tata surya seperti Mars, Venus, dan benda-benda langit lainnya.
Efek rumah kaca tentu saja mempunyai kaitan yang sangat erat dengan gas rumah kaca. Hal ini lantaran gas rumah kaca itu merupakan sekumpulan gas-gas pada atmosfer yang menjadi sebuah adanya efek rumah kaca. Gas-gas yang disebut gas rumah kaca bisa muncul secara alami di lingkungan Bumi, namun bisa juga timbul akibat aktifitas manusia. 
PROSES TERJADINYA EFEK RUMAH KACA 
Energi matahari berupa radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik, yakni sinar ultraviolet, dan cahaya akan diteruskan ke permukaan Bumi, sebagian dari sinar itu akan diserap,dan sebagian lagi akan dipantulkan ke angkasa. Radiasi yang sampai dipermukaan  Bumi akan diserap,dan berubah menjadi kalor. Kalor ini kemudian di radiasikan kembali ke angkasa oleh Bumi dalam bentuk inframerah dan ketika mengenai gas rumah kaca di atmosfer maka sinar tersebut akan dipantulkan kembali ke Bumi Akibatnya panas tersebut terperangkap di permukaan Bumi, dan menjadikan Bumi panas
PENYEBAB EFEK RUMAH KACA
             Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya  (CH4(Metan) dan N2O (Nitrous Oksida), HFCs (Hydrofluorocarbons), PFCs (Perfluorocarbons) dan SF6 (Sulphur hexafluoride) di atmosfer yang disebut gas rumah kaca. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.
           Gas rumah kaca dapat dihasilkan baik secara alamiah maupun dari hasil kegiatan manusia. Namun sebagian besar yang menyebabkan terjadi perubahan komposisi gas rumah kaca di atmosfer adalah gas-gas buang yang teremisikan keangkasa sebagai hasil dari aktifitas manusia untuk membangun dalam memenuhi kebutuhan hidupnya selama ini. Aktifitas-aktifitas yang menghasilkan gas rumah kaca diantarnya dari kegiatan perindustrian, penyediaan energi listrik, transportasi dan hal lain yang bersifat membakar suatu bahan. Sedangkan dari peristiwa secara alam juga menghasilkan/ mengeluarkan gas rumah kaca seperti dari letusan gunung berapi, rawa-rawa, kebakaran hutan, peternakan hingga kita bernafaspun mengeluarkan gas rumah kaca. Selain itu aktifitas manusia dalam alih guna lahan juga mengemisikan gas rumah kaca.
Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan efek rumah kaca.
1.    Penggundulan hutan
Salah satu penyebab efek rumah kaca adalah penggundulan hutan yang memicu peningkatan jumlah karbondioksida di atmosfer. Penggundulan hutan menyebabkan tidak terdapat tumbuhan yang menyerap karbondioksida yang digunakan dalam proses fotosintesis.Penggundulan hutan  terjadi akibat kebutuhanlahan untuk perumahan, pertanian, pertanian, dan berbagai macam infrastruktur yang terus meningkat.
2.    Bahan bakar fosil
Gas rumah kaca juga bisa dilepas ke atmosfer karena pembakaran bahan bakar fosilseperti minyak bumi , batu bara, dan gas.Dan hasil pembakaran bahan bakar fosil berperan terhadap penambahan gas rumah kaca yang memicu pemanasan global.
Sebagai contoh, pembakaran pada kendaraan bermotor yang mengonsusmi bahan bakar sebanyak 7.8 liter per 1000 km dan menemuh jarak 16.000 km, maka setiap tahunnyaakan mengemisikan 3 ton karbonsioklsida ke udara.
Sumber-sumber emisi karbondioksida yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, sebagai berikut :
a)        36 % dari industri energi (pembangkit lisstrik atau kilang minyak)
b)        27% dari sector transportasi
c)        21% dari sekitar industry
d)       15% dari sector rumah tangga dan jasa
e)        1% dari factor lain-lain
3.        Pembangkit Listrik tenaga batu bara
Pembangkit listrik ini membuang energy dua kali lipat dari energy yang dihasilkan. Semisal, enegi yang di gunakan 100 unit sementara energy yang dihasilkan 35 unit. Maka, energi yang terbuang adalah 65 unit. Setiap 1000 megawatt yang dihasilkan sari pembangkit listrik bertenaga bat bara akan mengemisikan 5.6 juta ton karbondioksida pertahun.  Disamping itu, peralatan listrik juga memicu peningkatan efek rumah kaca karena mengandung gas CFC. Gas CFC yang menumpuk di atmosfer menyebabkan panas bumi yang seharusnya dipantulkan kembali ke atmosfer terhalang dan memantul kembali ke bumi sehingga terjadi peningkatan suhu bumi.
Contoh peralatan listrik pengahsil gas rumah kaca adalah lemari es, AC, aerosol yang terdapat pada penyemprot seperti yang biasa kita gunakan sehari-hari dalam bentuk parfum, dll.
4.        Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk merupakan pemicu tidak langsung dan salah satu penyebab utama efek rumah kaca.
  
AKIBAT EFEK RUMAH KACA  
fek rumah kaca tentu saja memiliki dampak yang ditimbulkannya, dampak tersebut berupa dampak negatif dan positif.
A.  Dampak Negatif Efek Rumah Kaca, antara lain:
1.    Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbondioksida di atmosfer.
2.    Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutu yang dapat menimbulkan naiknya permukaan laut.
3.    Mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
4.    Menjadi penyebab global warming dan perubahan suhu iklim. Iklim di bumi menjadi tidak menentu dan susah diprediksi, sehingga mengganggu sistem penerbangan dan petani dalam menentukan masa panen.
B.  Dampak Positif adanya Efek Rumah Kaca, antara lain:
1.    Efek rumah kaca sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena gas-gas dalam atmosfer dapat menyerap gelombang panas dari sinar matahari menjadi suhu di bumi tidak terlalu rendah untuk di huni makhluk hidup. Seandainya tidak ada gas rumah kaca jadi tidak ada efek rumah kaca, suhu di bumi rata-rata hanya akan -18o C, suhu yang terlalu rendah bisa sebagian besarmakhluk hidup, termasuk manusia. Tetapi adanya efek rumah kaca suhu rata-rata di bumi menjadi 33o C lebih tinggi, yaitu 15o C suhu ini sesuai dengan kelangsungan makhluk hidup.
2.    Dengan adanya efek rumah kaca membuat manusia menjadi berhati-hati, berhemat terhadap penggunaan bahan bakar fosil, dan penggunaan listrik.
3.    Dengan adanya efek rumah kaca manusia menjadi sadar bahwa pohon, hutan memiliki arti penting sekali bagi kelangsungan kehidupan, yaitu salah satunya dapat menyerap gas polutan danmenghasilkan oksigen. Maka reboisasi kembali digalakkan dan penanaman pohon di kota-kota besar mulai dilakukan.
4.    Manusia menjadi kreatif, karena mengolah limbah seperti plastik kertas untuk di daur ulang menjadi barang yang ekonomis.
 
Solusi Untuk Mengatasi Efek Rumah Kaca
A.  Mengubah Perilaku Setiap Orang
            Mengubah perilaku setiap orang gunanya untuk mencegah terjadinya dampak-dampak dari bahaya efek rumah kaca, tentunya harus dimulai dari diri sendiri pada setiap orang, kepedulian setiap individu untuk melaksanakan perubahan perilaku pada dirinya akan berdampak bagi generasi penerus dikemudian hari. Berikut beberapa contoh perilaku setiap individu yang harus diperbarui:
1.      Penggunaan alat listrik, contoh:
a.       Penggunaan setrika
b.      Penggunaan pompa air
c.       Penggunaan charger handphone(Hp)
d.      Penggunaan magic jar
e.       Stop kontak
f.       Proses mencuci
2.      Penggunaan kendaraan bermotor, contoh:
a.       Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor
b.      Mendukung petani lokal
c.       Memperbaiki kualitas kendaraan, melakukan uji emisi dan merawat kendaraan bermotor dengan dengan baik.
3.      Go green.
4.      Pengelolaan sampah, contoh:
a.       Mengurangi penggunaan sampah
b.      Memisahkan antara sampah organik-organik dengan sampah non organik
c.       Menghemat penggunaan kertas
d.      Mengurangi penggunaan tisu
e.       Mengurangi konsumsi daging sapi
f.       Mendaur ulang kertas, plastik dan logam
g.      Membuat kampus.
5.      Beradaptasi dengan dampak efek rumah kaca.


SEMOGA BERMANFAAT (: JANGAN LUPA LIKE & COMMENT